ALT_IMG

Money Maker

If you're looking to make money, ClixSense is the best way. ClixSense is the largest and most trusted paid to click (PTC) industry in the world. There are thousands of PTC website opening everyday, but oldest PTC ClixSense is still the best PTC site. Want to known? Readmore...

ALT_IMG

Propolis Cepat Sembukan Penyakit

Setiap hari kita dihadapkan dengan polusi, radiasi, jutaan virus, bakteri, jamur serta racun lainnya, yang siap menyerang kita dan menimbulkan beragam-ragam penyakit. Menjaga kekebalan tubuh merupakan suatu pertahanan terbaik. Readmore..

Alt img

Prospek Bisnis Herbal Makin Cerah

Bisnis affiliasi sekarang ini semakin menjamur di internet. Hanya saja kebanyakan yang dijual adalah sekedar ebook informasi yang seringkali isinya jauh dari harapan kita. Namun kita jangan menjadi apatis dengan berbagai tawaran bisnis affiliasi ini. Banyak bisnis affiliasi yang selain menguntungkan Readmore...

ALT_IMG

Khasiat Sarang Burung Walet

Burung walet merupakan mahluk yang ludahnya begitu berharga. Dengan air liurnya yang kental burung walet membuat sarangnya. Air liur yang kental itu akan mengering saat terkena udara. Readmore...

ALT_IMG

Bisnis Tanpa Promosi Adalah Mission Impossible

Salah satu faktor penting dalam dunia bisnis adalah iklan. Iklan dapat memberikan gambaran secara garis besar produk atau jasa yang ditawarkan. Konsumen pun biasanya pertama kali mengenal suatu produk atau jasa dari promosi iklan. Readmore...

24.7.17

Main di Lapangan Miirip Kubangan Kerbau, Timnas Indonesia U-22 Gagal ke Piala Asia

0 komentar
Timnas Indonesia U-22 harus mengubur impian lolos ke Piala Asia U-23 2018. Harapan Indonesia itu kandas setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Thailand.

Hasil imbang ini menguntungkan Thailand yang menduduki runner-up group sehingga peluang ke putaran final terbuka lebar. Posisi pertama Grup H, secara mengejutkan diambil Malaysia yang dinilai kurang persiapan dan dilanda masalah internal.

Hasil imbang Tim nasional U-22 melawan dengan Thailand pada laga ketiga Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 2018, Minggu (23/7/2017), membuat Indonesia finis di peringat ketiga Grup H dengan mengoleksi empat poin. Sementara Thailand menjadi runner-up dengan poin lima. Juara grup jadi miliki Malaysia setelah mereka mengoleksi enam poin.

Pada pertandingan melawan Thailand, Pelatih Luis Milla cenderung bertahan, bahkan ia tidak menurunkan striker murni. Dia memainkan trio Septian David Maulana, Febri Hariyadi, dan Yabes Roni di lini depan. Strategi ini diterapkan dengan maksud melakukan serangan balik cepat.

Hanya saja, strategi tidak berjalan mulus apalagi sejak menit ke-5, kedua tim gagal mengeluarkan permainan terbaik karena Stadion Nasional diguyur hujan lebat sehingga lapangan menjadi becek seperti kubangan kerbau.

Kedua tim harus bermain di lapangan yang tergenang air hujan, akibatnya para pemain menjadi kesulitan menggulirkan bola. Meski beberapa kali bola harus terhenti bergulir karena genangan air, namun wasit tidak menghentikan pertandingan. Sampai peluit panjang dibunyikan kedua kesebelasan bermain imbang 0-0.

Continue reading →
22.7.17

Peluang Timnas Indonesia U-23 Setelah Bantai Mongolia 7-0

0 komentar
Tuan rumah Thailand menggasak Malaysia dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan lanjutan Grup H Pra-Piala Asia U-23 2018 yang berlangsung di Stadion Nasional Supachalasai di Bangkok pada Jumat malam (21/7/2017).

Chenrop Samphaodi mencetak dua gol pada menit ke-25 dan injury time babak pertama, sedangkan satu lainnya dikontribusi Picha Utra 4 menit menjelang laga usai.

Hasil itu sangat mantap bagi Timnas Indonesia U-23 asuhan Luis Milla yang di matchday kedua membantai Mongolia 7-0, karena membuka peluang skuat Garuda Muda untuk tampil sebagai juara jika dalam matchday ketiga pada Minggu (23/7/2017) mampu mengalahkan Thailand, sementara Malaysia gagal memetik poin penuh ketika meladeni Mongolia.

Saat ini Thailand memimpin klasemen sementara Grup H dengan nilai 4 setelah pada matchday pertama bermain imbang melawan Mongolia dengan skor 1-1.

Indonesia dan Malaysia sama-sama telah mendulang nilai 3, namun Malaysia berhak di posisi kedua karena mereka memenangi head to head melawan tim Merah Putih, sebab di laga pembuka Indonesia kalah 0-3 melawan Harimau Muda meski sebenarnya Indonesia unggul selisih gol 4 berbanding 0.

Jika pada matchday ketiga lusa Indonesia menang atas Thailand dan Malaysia seri saja melawan Mongolia, maka posisi klasemen akhir Indonesia mengumpulkan nilai 6, diikuti Thailand dan Malaysia masing-masing nilai 4, dan Mongolia 2.

Dengan komposisi klasemen sedemikian, Thailand yang berhak di posisi kedua karena menang head to head atas Malaysia, sehingga berpeluang ikut lolos mendampingi Indonesia ke putaran final di China Januari tahun depan.

Semua hitungan itu dibuat dengan syarat Indonesia harus menang lawan Thailand di laga terakhir. Jika Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan hanya bisa seri melawan tuan rumah, Indonesia sulit menempati posisi runner up kecuali jika Mongolia bisa menaklukkan Malaysia dan hal itu, dengan perhitungan realistis, sulit terjadi.

Jika Indonesia seri versus Thailand dan Malaysia kalah dari Mongolia, maka posisi klasemen Thailand teratas dengan nilai 5, Indonesia runner up nilai 4, Mongolia 4, dan Malaysia 3. Namun, Mongolia bisa menaklukkan Malaysia layak disebut kejadian luar biasa.

Jadi, yang paling aman, skuat muda Merah Putih harus menang atas Thailand di laga terakhir, itu pun bukan sebagai juara jika Malaysia menaklukkan Mongolia.

Jika skenario terakhir ini yang terjadi, Malaysia teratas di klasemen akhir dengan nilai 6, diikuti Indonesia juga 6 namun di posisi kedua lantaran kalah head to head, Thailand 4, dan Mongolia 1.

Secara keseluruhan terdapat 39 negara yang ambil bagian dalam babak kualifikasi ini termasuk China yang sebenarnya telah lolos sebagai tuan rumah putaran final yang dijadwalkan berlangsung pada Januari tahun depan.

Ke-39 negara itu terbagi menjadi 10 grup dengan setiap grup berisi empat tim kecuali Grup A hanya tiga tim, karena Sri Lanka menarik diri setelah pengundian dilakukan.

Setiap juara grup akan langsung lolos ke putaran final di China bersama lima runner up terbaik. Apabila China termasuk salah satu dari tim juara grup atau lima runner up terbaik, maka runner up terbaik keenam juga ikut lolos ke putaran final.

Sumber : the-afc.com
Continue reading →
20.7.17

Ada yang Salah di Timnas Indonesia Saat Dihajar Telak Malaysia

0 komentar
Timnas Indonesia U-22 tampil memalukan saat berlaga di Kualifikasi Piala AFC U-23, Rabu (19/7/2017). Tanpa diduga pasukan Luis Milla dihajar Timnas Malaysia U-22 0-3 di National Stadium, Bangkok, Thailand. Permainan Timnas Indonesia U-22 yang sudah melakukan persiapan berbulan-bulan sangat buruk, padahal melawan pemain Malaysia yang baru berkumpul 5 hari menjelang pertandingan.

Penampilan Timnas Indonesia U-22 saat melawan Malaysia seperti tidak ada gairah. Para pemain belakang terutama kiper Satria Tama seringkali melakukan blunder sehingga tercipta 3 gol yang dilakukan para pemain Malaysia begitu mudah.

Timnas Malaysia U-22 yang dilatih Ong Kim Swee, meski baru berkumpul selama lima hari tetapi tampil lebih baik. Tampaknya masalah internal yang melanda Timnas Malaysia tidak nampak mempengaruhi permainan mereka.

Menjelang pertandingan melawan Indonesia, Kim Swee sempat merasa iri dengan persiapan Timnas Indonesia U-22 yang dinilainya sudah sangat siap. Kim Swee baru bisa mengumpulkan pemainnya lima hari sebelum pertandingan.

Namun apa yang terjadi di lapangan, Indonesia yang sudah berbulan-bulan menjalani latihan bersama, bahkan sudah seminggu di Bangkok untuk adaptasi lingkungan, tampil sangat buruk seolah tidak ada semangat. Para pemain yang dipanggil ke Timnas U-22 pun adalah para pemain andalan di klubnya masing-masing, jadi secara skill dan jam terbang tidak diragukan lagi. Hanya saja, pelatih Luis Milla tampak salah menerapkan strategi, antara lain menyimpan Evan Dimas dan Hansamu Yama di babak pertama. Di samping itu, seolah ada ketidakcocokan di antara pemain dengan pelatih sehingga Timnas U-22 tampil melempen.


Continue reading →
15.7.17

Persib Bandung Takluk di Aji Imbut

0 komentar
Persib Bandung harus mengubur impian mendulang poin penuh ketika melawat ke Mitra Kukar. Pada lanjutan Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu (15/7), Supardi dkk, harus menelan pil pahit kalah 2-1 dari tuan rumah berkat gol Marclei dari titi putih penalti dan Oh In-kyun. Sedangkan gol Persib dicetak pemain muda Billy Keraf.

Persib Bandung sebenarnya bisa menyamakan kedudukan ketika mendapat hadiah penalti setelah Shohei Matsunaga dilanggar Abdul Gamal pada menit ke-87. Namun tendangan Raphael Maitimo bisa dimentahkan kiper Joko Ribowo. Bola tepisan Joko Ribowo sempat ditendang keras oleh Kim Jefrey Kurniawan, tetapi lagi-lagi kiper ini bisa membloknya sehingga peluang emas bagi Persib tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Hadiah penalti bagi Persib ini sempat mendapat protes keras dari para pemain Mitra Kukar dan pelatihnya sehingga pertandingan terhenti sekitar 10 menit.

Dalam laga menghadapi Mitra Kukar, Persib Bandung memang terlihat kewalahan. Hampir sepanjang pertandingan, tim asuhan Djadjang Nurdajaman terus dikurung lawan. Djadjang sempat mencoba mengamankan 1 poin dengan memasukan Jajang Sukmara menggantikan Billy Keraf dan Haryono menggantikan Michael Essien untuk memperkuat lini tengah dip pertengahan babak kedua. Namun upaya ini gagal, sehingga terjadi gol yang dicetak Oh Inkyun pada menit ke-82.

Susunan pemain

Mitra Kukar: Joko Ribowo; Wiganda Pradika, Saepulloh Maulana, Jorge Gotor, Syaiful Ramadhan; Oh In-kyun, Bayu Pradana, Hendra Bayauw, Anindito Wahyu, Andre Agustiar; Marclei Santos.

Persib Bandung: I Made Wirawan; Supardi Nasir, Vladimic Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Kim Jeffrey Kurniawan, Dedi Kusnandar, Michael Essien, Raphael Maitimo; Shohei Matsunaga, Billy Keraf. (har)

Continue reading →
13.7.17

Persib Bandung Gagal Lagi Raih Poin Penuh di Kandang Sendiri

0 komentar
Kesempatan Persib Bandung menuai poin 3 kandas setelah Persela Lamongan mampu menahan imbang 1-1 pada pertandingan Liga 1 di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (12/7/2017). Padahal dalam pertandingan tersebut, Persela tidak diperkuat beberapa pemain pilarnya, termasuk penyerang tajam Ivan Carlos.

Pada pertandingan melawan Persela, permaianan Persib kembali tidak trengginas. Harapan memenangkan pertandingan sempat mencuat ketika Shohei Matsunaga mampu melepaskan tendangan keras yang bersarang di gawang Choirul Huda pada menit ke-32 babak pertama.

Petakan terjadi di babak kedua ketika kiper M. Natshir melakukan blunder. Tanpa ada gangguan pemain lawan, M. Natshir gagal menangkap bola yang seharusnya mudah dikuasai. Bola memantul kemudian disambar Samsul Arif yang mencoba menguasainya. Karena panik, M. Natshir menjegal Samsul Arif yang sebenarnya tidak perlu harus dilakukan.

Akibat kesalahan tersebut, wasit kemudian menunjuk titik putih penalti. Samsul yang menjadi algojo berhasil melakukan tugasnya sehingga skor berakhir imbang 1-1.

Pelatih Djadjang Nurdjaman pada pertandingan melawan Persela, hanya melakukan satu kali pergantian pemain. Itupun karena Atep cedera terpaksa diganti Billy Keraf. Djadjang seolah buntu buntu menerapkan strategi melawan Persela yang tampil agresif terutama di babak kedua.


Continue reading →